Beranda » Kolom Komunikasyik » Penguatan Literasi Digital Pemilih Muda Milenial

Penguatan Literasi Digital Pemilih Muda Milenial

T Diposting oleh pada 21 Januari 2023
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 38 kali

Pemilih muda pada gelaran Pemilu 2024 diprediksi menyentuh angka 60% dari keseluruhan pemilih. Pemilih muda itu digolongkan menjadi dua generasi. Pertama milenial (1981-1996) atau generasi Y. Kedua generasi Z (1997-2012).

Sementara, Dara Reportal menyebut pengguna Medsos 2022 menyentuh angka 191,4 juta. Setara dengan angka 69,9% total populasi di Indonesia. Yang mendominasi, menurut Hootsuite adalah generasi milenial dan generasi Z. Data KPU juga menunjukkan pemilih muda pada tahun 2019 mencapai 70-80 juta jiwa dari 193 juta pemilih. Artinya mencapai 35%-40%.

Dari data tersebut menjadi penting bagaimana edukasi politik dengan penguatan literasi digital untuk pemilih muda diperlukan. Diantaranya untuk bisa cerdas mengenali kampanye hitam, berita bohong (hoaks), disinformasi dll. Di sini, KPU, Kominfo, Bawaslu dan instansi pemerintah lainnya punya tanggungjawab besar melakukan beragam upaya. Diantaranya misalnya menggandeng partisipasi publik denan menggelar Pelatihan Literasi Digital “Menjadi Pemilih Cakap Digital”.

Tujuannya. Menciptakan warga yang melek politik, kritis, tidak mudah dipecah belah, bersikap dewasa serta sadar akan hak-hak politiknya. Di sini medsos kemudian bisa menjadi ruang mencapai masyarakat informasi yang cerdas dan demokratis. Demikian.

Salam

Yons Achmad
Pegiat Literasi Digital
Pendiri Akademi Komunikasyik
www. Komunikasyik.com
WA:082123147969

Belum ada Komentar untuk Penguatan Literasi Digital Pemilih Muda Milenial

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

a Artikel Terkait Penguatan Literasi Digital Pemilih Muda Milenial

Bahaya “Jurnalisme Omongan” Pejabat

T 29 Juli 2021 F A admin

  Bahaya “Jurnalisme Omongan” Pejabat Oleh: Yons Achmad (Pengamat Komunikasi. Pendiri Komunikasyik.com) Apa itu “Jurnalisme Omongan” pejabat? Praktik jurnalisme yang mungkin tak pernah diajarkan bahkan dianjurkan di kampus-kampus Ilmu Komunikasi. Tapi, kehadirannya sering mewarnai media cetak maupun online di tanah... Selengkapnya

Propaganda Gagal Cokro TV Serang MUI Depok

T 27 Mei 2022 F A admin

Sebagai chanel propaganda, Cokro TV sebenarnya tidak pernah berhasil. Tapi seolah tak pernah lelah, mereka terus saja produksi konten-konten “panas” dengan harapan pemirsa  memercayainya. Istilah propaganda sendiri, merujuk Prof. Ana Nadya Abrar dalam buku “Bila Fenomena Jurnalisme Direfleksikan” (1997) dipahami... Selengkapnya

Praktisi Komunikasi: Menjadi Buzzer Politik Itu Halal

T 20 November 2020 F A admin

Menjadi Buzzer Politik Itu HalalOleh: Yons Achmad(Praktisi Komunikasi.CEO Komunikasyik.com) Apakah jadi buzzer politik itu haram? Tidak. Boleh-boleh saja dan halal. Datangnya era media sosial menjadikan siapapun memungkinkan terjun bahkan menjadikannya sebagai profesi. Artinya, dia mendapatkan penghasilan dari sana. Hanya, kadang... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silakan hubungi kami untuk informasi lengkapnya.

Talkshow Komunikasyik: Kreativitas Digital Raih Finansial

Talkshow Komunikasyik: Komunikasi Wisata Pandemi

Talkshow Komunikasyik: Berkomunikasi dengan Al-Quran