Beranda » Kolom Komunikasyik » Pengamat Medsos: Tafsir Rebranding PKS

Pengamat Medsos: Tafsir Rebranding PKS

T Diposting oleh pada 2 Februari 2021
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 780 kali

Tafsir Rebranding PKS
Oleh: Yons Achmad
(Pengamat Media Sosial. CEO Komunikasyik.com)

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali melakukan perubahan. Dimulai dari perubahan lambang (logo). Hal ini tentu menarik. Kenapa? Dalam setiap upaya perubahan, tentu mencita-citakan sebuah proses dan hasil yang lebih baik dari sebelumnya. Terlepas bisa terlaksana atau tidak itu persoalan lain lagi. Yang pasti upaya perubahan ini tentu menjadi angin segar PKS lewat kepemimpinan baru Ahmad Syaiku (Asyik) sebagai presiden. Angin segar bagi siapa? Tentu tak sekadar bagi kader dan simpatisan, tapi juga pada masyarakat luas.

Angin segar seperti apa?  Kita sama-sama tafsirkan lambang (logo) nya.  Perubahan dominan yang dilakukan dimulai dari warna. Dari dominan hitam menjadi orange (Jingga). Setiap warna punya tafsirnya. Ibarat puisi, dalam beberapa pembacaan (deklamasi) masih sering dilakukan dalam suasana hening dalam ruangan tertutup, latar hitam, lampu temaram. Bagus juga. Tapi, sepertinya lebih asoy dibawakan di ruang terbuka, panggung bebas, diiringi musik riang gembira. Bukankah itu  perayaan puisi yang asyik juga?

Seperti itulah spirit warna oranye dimunculan, untuk membangun suasana kehangatan, riang gembira dan semangat muda. Sepertinya  hal ini yang ingin dicitakan PKS, layaknya juga spirit anak muda  di mana optimisme dan harapan selalu membuncah dalam dada.  Hanya saja, warna hitam yang melambangkan keseriusan, kedisiplinan dan ketegasan seperti dalam tulisan “PKS””  mesti tetap ada. Dalam soal apa? Tak melulu dalam urusan politik praktis kekuasaan tapi juga dalam praktik kehidupan keseharian.

Parameternya apa?  Gambar bulan sabit sebagai bentuk pencerahan muncul. Dalam mengarungi lautan luas NKRI dengan Pancasila sebagai kesepakatan bersama, tetap bulan sabit dalam hal ini Islam perlu menjadi pegangan. Sebab, Pancasila menjadi lebih bermakna ketika ditafsirkan lewat agama masing-masing. PKS memang bukan partai yang semua anggotanya adalah Islam. Tapi, spirit Islam  tak boleh hilang. Kenapa? Karena Islam sendiri bukan agama untuk umatnya saja. Tapi agama yang bisa menjadi rahmat bagi seluruh alam, seluruh umat manusia. PKS yang malu-malu membawa spirit Islam hanya akan menghilangkan identitas utamanya. Maka, spirit bulan sabit perlu terus melekat di dada. Agar PKS bisa terus bisa memberikan warna bagi kehidupan politik dan keseharian yang tak biasa.

Selanjutnya, dari kotak menjadi bulat. Bisa ditafsirkan dari kekakuan menuju keluwesan. Sebuah usaha agar PKS bisa diterima siapa saja. Banyak usahanya. Seperti yang telah dilakukan. Misalnya mengubah istilah “Markas Dakwah” menjadi “Rumah Rakyat”. Kesan yang pertama adalah tembok dan kepemilikan tuan rumah. Kesan kedua adalah rumah bagi siapa saja. Seperti di dalam “rumah” berbentuk bulat, orange dan di dalamnya ada “Bulan Sabit” (keadilan) dan “Padi” (kesejahteraan).

Begitulah sepertinya PKS ke depan bakal membangun peran. Sebuah keadilan dan kesejahteraan, bukan bagi elitnya, bukan juga sekadar bagi pendukungnya. Tapi, bagi siapapun yang masih setia duduk dan berdiri di negeri ini tanpa kecuali. PKS mesti lebih peduli pada suara-suara orang kecil yang sering tak didengar. Menjaga, merawat dan menangkap aspirasinya dengan spirit warna putih yang membingkainya, spirit kesucian, ketulusan dan keikhlasan.  Apakah PKS bisa melakukan? Jawabnya tentu mau atau tidak mau, bukan bisa atau tidak bisa. Semoga. []

Belum ada Komentar untuk Pengamat Medsos: Tafsir Rebranding PKS

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

a Artikel Terkait Pengamat Medsos: Tafsir Rebranding PKS

Media Sosial Tak Sekadar Medan Perang

T 7 Juni 2021 F A admin

  Media Sosial Tak Sekadar Medan Perang Oleh: Yons Achmad (Praktisi Komunikasi. CEO Komunikasyik.com) “Media sosial itu medan perang Bung, kau bakal terlibat pertempuran di sana,” kata kawan. Seorang pemimpin redaksi sebuah media online. Saya sependapat dengan pernyataan demikian. Tapi,... Selengkapnya

Proyek Gagal Film “My Flag”

T 26 Oktober 2020 F A admin

Film “My Flag: Merah Putih VS Radikalisme” yang diunggah salah satu akun ormas adalah proyek gagal. Alih-alih mendapatkan apresiasi publik, yang terjadi justru sebaliknya. Banyak kalangan menilai film itu bernuansa adu domba sesama umat Islam. Saya kira, memang ada benarnya.... Selengkapnya

Bahasa Cinta

T 13 Oktober 2021 F A admin

Bahasa Cinta Oleh: Yons Achmad (Praktisi Komunikasi Profetik) Saat di depan cermin “Ayah, aku cantik nggak?” “Cantik he he..” “Yah, nggak tulus nih.” Bahasa cinta. Saya tak pandai mengungkapkannya. Bahkan, ketika saya pertamakali kenal dengan seorang perempuan istimewa yang kini... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silakan hubungi kami untuk informasi lengkapnya.

Talkshow Komunikasyik: Kreativitas Digital Raih Finansial

Talkshow Komunikasyik: Komunikasi Wisata Pandemi

Talkshow Komunikasyik: Berkomunikasi dengan Al-Quran