Beranda » Jasa Komunikasyik » Pengalaman Menjadi Penulis Biografi

Pengalaman Menjadi Penulis Biografi

T Diposting oleh pada 5 Juli 2020
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 847 kali

“Jika Kau Bukan Anak Raja dan Juga Bukan Anak Ulama Besar, Maka, MENULISLAH”

(Imam Al Ghazali)

Menjadi penulis biografi. Bagi saya adalah kecelakaan sejarah, walau kemudian pelan-pelan menikmatinya.  Pada akhirnya, malah jadi saya syukuri. Memang, praktiknya kemudian tak selalu menjadi penulis biografi. Nama terpampang di sampul buku sang tokoh yang saya tulis. Seperti  Alberthiene Endah sebagai penulis biografi tokoh ternama. Dengan judul buku biografi diantaranya “Joko Widodo: Menyentuh Jakarta,” Merry Riana: Mimpi Sejuta Dollar,” “Chrisye: Sebuah Memor Musikal” dll

Awalnya memang begitu, tapi yang terjadi kemudian malah menjadi semacam “Ghost Writer” dengan falsafahnya “Berani Tidak Dikenal”.  Saya  memang benar menulis biografi tokoh, tapi nama tak ada dalam karya. Ada tokoh lain yang tampil. Bagi saya tak masalah. Saya tak haus nama.  Hidup saya berguna untuk orang lain dengan mengabdikan sosok dan perannya. Itu sudah cukup bagi saya. Sebagai sebuah jalan kontribusi bagi alam semesta. Kehidupan di dunia. Memang, bukan murni pengabdian, karena saya dibayar atas pekerjaan itu. Lebih tepatnya, mungkin sebuah laku profesional.

Adalah seorang dokter. Klien pertama saya. Beliau berkeinginan menulis memoar hidupnya. Sudah tiga penulis yang membantunya. Sayang semuanya gagal, belum berhasil. Seorang teman mengenalkan saya pada dokter itu. Lalu, saya meneruskan penulisan memoar seperti yang diinginkan. Alhamdulillah jadi dan kemudian bukunya berhasil diterbitkan. Dari situ, saya direkomendasikan ke dokter lain. Seorang profesor yang ingin menulis biografi. Saya kerjakan. Selesai. Tantangan lain muncul, hasil rekomendasi seorang dokter juga. Kali ini saya harus terbang ke Surabaya. 19 Dokter bedah ingin ditulis profilnya. Saya kerjakan. Selesai. Selain itu, ada beberapa tokoh lain, selain dokter yang ingin dituliskan biografinya. Saya kerjakan juga.

Begitulah. Nyaris tak terduga. Dari awal saya tidak “Iklan” atau lakukan “Marketing”.  Klien datang atas rekomendasi dari mulut ke mulut. Hingga kemudian saya tahu  dan merasa diri mahir bagaimana menulis biografi yang selesai dan diterbitkan jadi buku. Masalah kualitas, ya bisa diperdebatkan, bisa diadu kualitasnya. Kini, boleh dikatakan, saya menjadi bagian dari komunitas para penulis biografi di tanah air. Saya adalah salah satunya. Yang kebetulan paling sering mengerjakan biografi para dokter.

Karena latarbelakang pendidikan saya Ilmu Komunikasi, maka dalam menulis biografi, pendekatan yang saya gunakan adalah jurnalistik.  Teknik jurnalisme. Artinya apa? Semua yang saya tuliskan berbasis fakta, bukan rumor atau imajinasi. Sebuah fakta yang diupayakan telah diverifikasi kebenarannya. Segala perjalanan sang tokoh, kiprah sang tokoh, semua berbasis fakta. Kemudian dikemas dengan bahasa sastra sehingga enak dinikmati dan dibaca.  Itulah proses kreatif yang saya usahakan ketika menulis biografi.

Inilah sekilas cerita bagaimana kemudian saya melakoni pekerjaan sebagai penulis biografi.  Sebuah pekerjaan yang sudah saya jalani dengan fokus dari tahun 2015-sekarang. Sebuah pekerjaan sunyi, tak banyak orang ketahui, tapi saya menikmati. Karena dengan begini, saya merasa hidup saya berguna bagi orang lain. Mengabadikan kehidupan. Sebuah kerja untuk peradaban. Begitulah.

Salam
Yons Achmad
Penulis Biografi
CEO Komunikasyik.com
WA: 082123147969

Belum ada Komentar untuk Pengalaman Menjadi Penulis Biografi

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

a Artikel Terkait Pengalaman Menjadi Penulis Biografi

Personal Branding untuk Profesional

T 19 Januari 2021 F A admin

Personal branding adalah citra diri Anda dimata orang lain. Tentu saja hal ini belum tentu mencerminkan diri Anda yang sebenarnya. Orang bisa jadi hanya memandang Anda dari kejauhan, dari sedikit informasi yang didapatkan tentang Anda. Jeff Bezos, CEO dari Amazon... Selengkapnya

Satu Keluarga Satu Buku

T 23 Desember 2021 F A admin

Ada tiga hal yang mencerahkan dunia. Al-Quran, Matahari dan Buku “Mbok buat program satu keluarga satu buku,” kata seorang teman “Wah boleh juga tuh idenya,” kata saya “Ide yang bagus tuh yang dikerjakan,” sambung teman lain “Asyiaap, baiklah,” tugas kita... Selengkapnya

Peluang Bisnis 2023: Saatnya Anda Jadi Pembicara Publik

T 20 Desember 2022 F A admin

Semakin matang usia, semakin banyak ilmu, skill (keterampilan) dan pengalaman yang dimiliki. Nah, saatnya di tahun 2023 semuanya itu bisa Anda bagikan kepada orang lain. Saatnya Anda jadi pembicara publik. Persoalannya, bagaimana meyakinkan orang kalau ilmu, skill, pengalaman Anda mumpuni... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silakan hubungi kami untuk informasi lengkapnya.

Talkshow Komunikasyik: Kreativitas Digital Raih Finansial

Talkshow Komunikasyik: Komunikasi Wisata Pandemi

Talkshow Komunikasyik: Berkomunikasi dengan Al-Quran