Beranda » Kolom Komunikasyik » Bahasa Cinta

Bahasa Cinta

T Diposting oleh pada 13 Oktober 2021
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 674 kali

Bahasa Cinta
Oleh: Yons Achmad
(Praktisi Komunikasi Profetik)

Saat di depan cermin

“Ayah, aku cantik nggak?”

“Cantik he he..”

“Yah, nggak tulus nih.”

Bahasa cinta. Saya tak pandai mengungkapkannya. Bahkan, ketika saya pertamakali kenal dengan seorang perempuan istimewa yang kini menjadi istri, saya tak berani mengungkapkannya. Baru sebulan kemudian saya menyatakannya. Bukan bilang “Aku mencintaimu,” tapi langsung bilang “Menikahlah denganku,”. Sebuah bahasa cinta yang simpel semata. Tiga bulan setelah menyatakan keinginan serius itu, kami menikah. Sesederhana itu. Walau, dalam perjalanannya tentu ada sedikit drama.

Setelah menikah ternyata bahasa cinta itu macam-macam. Seorang suami, mungkin sering bilang ke istrinya dengan panggilan sayang, say, cin dll. Apakah itu bahasa cinta? Iya. Itu salah satunya. Seorang suami baik mungkin sering mengucapkan hal itu. Yang membuat rumah tangga terlihat tampak romantis. Walau jujur, saya jarang mengungkapkannya. Saya cukup memanggilnya “Bund”, sama ketika anak-anak juga memanggil ibundanya dengan sebutan demikian. Maaf.

Lalu, apa bahasa cinta yang lain?

Kalau bahasa cinta tadi bisa kita bilang dengan bahasa afirmasi secara verbal (verbalisasi cinta), maka ternyata ada banyak bahasa cinta lain. Misalnya, bahasa pelayanan. Bagaimana seorang suami misalnya dengan sukarela memandikan anak-anak mereka, mengepel lantai, mencuci piring atau menyapu teras halaman rumah. Itulah bahasa pelayanan yang bisa dilakukan.

Ada lagi bahasa sentuhan, tentu hal ini bukan semata hubungan seksual semata. Tapi, memeluk istri dari belakang, mengecup kening, membelai rambutnya. Ternyata, konon katanya bisa menambah romantisme dalam sebuah keluarga.

Bahasa cinta lain yang disukai seorang istri apa? Jelas. Bahasa hadiah. Dulu, saya sering secara tiba-tiba belikan hadiah ke istri. Tapi, bukanya dia malah senang, tapi salah melulu. Kini, kalau sedang ada sedikit rezeki, bahasa hadiahnya cukup jalan-jalan di sekitar rumah dan membiarkannya menyomot yang dia suka. Tentu, tak pernah mahal, karena dia paham kondisi keluarga kami yang memang sederhana saja.

Tapi, sebenarnya, ada bahasa cinta lain yang begitu penting dalam keluarga. Apa itu? Bahasa kebersamaan. Tak hanya soal obrolan kebersamaam tentang bagaimana nasib karier masing-masing. Karier suami atau karier istri. Tapi, yang lebih penting bagaimana selalu intens ngobrol bareng tentang visi (arah) keluarga mau dibawa ke mana.

Inilah bahasa cinta yang paling berat bagi sebuah keluarga muslim. Memang, cita-cita membawa keluarga menuju JannahNya itu sudah jelas. Tapi, bagaimana setiap anggota keluarga bisa punya kontribusi terbaiknya untuk keluarga, sesama dan peradaban? Semua itu perlu terus dan terus selalu dibicarakan, diobrolkan dan tentu saja diamalkan. []

Belum ada Komentar untuk Bahasa Cinta

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

a Artikel Terkait Bahasa Cinta

Resolusi Komunikasi Efektif 2023

T 2 Januari 2023 F A admin

Resolusi Komunikasi Efektif 2023 Oleh: Yons Achmad (Penulis, trainer, praktisi komunikasi. CEO Komunikasyik.com) Tak Peduli Seberapa Besar Masalah Anda Akan selesai Jika Dikomunikasikan Apa itu   komunikasi efektif?  Selaras dengan hakikat komunikasi yaitu mencapai kesepahaman bersama (mutual understanding),  itulah filosofi komunikasi efektif.... Selengkapnya

Praktisi Komunikasi: Menjadi Buzzer Politik Itu Halal

T 20 November 2020 F A admin

Menjadi Buzzer Politik Itu HalalOleh: Yons Achmad(Praktisi Komunikasi.CEO Komunikasyik.com) Apakah jadi buzzer politik itu haram? Tidak. Boleh-boleh saja dan halal. Datangnya era media sosial menjadikan siapapun memungkinkan terjun bahkan menjadikannya sebagai profesi. Artinya, dia mendapatkan penghasilan dari sana. Hanya, kadang... Selengkapnya

Silaturahmi yang Maknawi

T 10 Mei 2022 F A admin

We cannot not communicate, itu salah satu aksioma dasar komunikasi. Bahwa sebagai manusia, kita tidak bisa tidak berkomunikasi. Bahkan, ada yang percaya, termasuk saya, tak peduli sebesar apapun masalah yang menimpa, akan selesai jika dikomunikasikan. Maka, momentum lebaran, banyak yang... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silakan hubungi kami untuk informasi lengkapnya.

Talkshow Komunikasyik: Kreativitas Digital Raih Finansial

Talkshow Komunikasyik: Komunikasi Wisata Pandemi

Talkshow Komunikasyik: Berkomunikasi dengan Al-Quran