Beranda » Kolom Komunikasyik » 3 Pilar Komunikasi Produktif

3 Pilar Komunikasi Produktif

T Diposting oleh pada 5 Juni 2021
F Kategori
b Komentar Dinonaktifkan pada 3 Pilar Komunikasi Produktif
@ Dilihat 1265 kali

3 Pilar Komunikasi Produktif
Oleh: Yons Achmad
(Praktisi Komunikasi. CEO Komunikasyik.com)

Apa itu komunikasi produktif? Sebuah upaya pemahaman bersama (mutual understanding) agar terjadi hubungan yang saling memberikan kemanfaatan. Ini adalah sebuah definisi, tergali dari pengalaman praktik komunikasi produktif yang saya jalani sejauh ini.

Biasanya, ketika kita bicara tentang komunikasi, yang terbayang dalam benak kita adalah bagaimana praktik berbicara. Padahal, saya kira tidak selalu demikian. Kita perlu mengubah cara pandang (mindset) agar komunikasi tak melulu diartikan sebagai “tips ngomong”. Lalu apa?

Setidaknya, ada 3 pilar komunikasi produktif yang perlu kita praktikkan.

Pertama, mendengarkan agar bisa berikan solusi. Saya kira, komunikasi produktif bukan melulu terkait dengan ego dan nasib diri kita semata, akan tetapi sebuah kesadaran dan kemampuan untuk lebih banyak mendengar. Dengan begitu, kita bisa lebih peka melihat keadaan dan menjadi lebih peduli terhadap permasalahan yang dihadapi orang dan kita punya tawaran solusi konkritnya.

Mulai dari hal kecil. Misalnya ada yang bertanya, arti signifikan apa ya? Kadang kita langsung komen “Kan bisa Googling, gimana sih” Padahal, bayangkan mungkin dia sangat sibuk jadi tidak sempat cari arti kata itu di internet, atau sedang tidak bisa akses internet. Bukankah kita bisa lebih banyak mendengar dan kasih solusi langsung kalau kita memang tahu artinya. Kalau tidak apa susahnya kita carikan arti kata itu di internet?

Sama halnya misalnya kita pandang menulis itu gampang. Tapi tidak semudah itu misalnya bagi orang yang merasa sibuk dan merasa memang tak punya waktu. Atau pensiunan yang ingin dituliskan kisah hidupnya sementara mereka tidak tahu caranya. Bukankah kita bisa mendengar “suara hati” mereka? Toh kita bisa menulis misalnya biografi. Klop sudah, kita bisa berikan solusi konkritnya. Itu yang dinamakan komunikasi produktif.

Kedua, bicara sesuai dengan kapasitas. Kalau sudah terbiasa banyak mendengar, bolehlah kita mulai bersuara. Era sekarang, kita mungkin bisa lebih banyak bicara (menulis) di media sosial, baik dalam bentuk teks maupun video. Hanya, kuncinya, bicara sesuai kapasitas saja. Tahu diri untuk tak asal ngomong. Tak ikut nimbrung kalau memang tak tahu akan tema yang dibicarakan. Dengan begitu, kehidupan kita bakal lebih “Selamat” dan tak ikut memperkeruh suasana dengan opini-opini liar di luar kapasitas kita.

Ketiga, berikan alternatif. Kadang ada orang yang butuh nasihat atau meminta nasihat kita. Padahal, sebenarnya mereka sudah punya jawabannya. Itu sebabnya, sebenarnya dalam kasus ini, kita hanya perlu mendengarkan saja. Kalaupun benar-benar diminta nasihat, saya kira kita tak seharusnya hanya memberikan pilihan tunggal. Justru kita perlu berikan alternatif dengan risiko masing-masing. Hanya saja, dari pengalaman, alternatif cukup dua saja. Jadi tidak membuat bingung orang lain memilih diantaranya. Dengan berikan alternatif dan sodorkan risiko-risikonya, membuat orang lebih mandiri dalam mengambil keputusan. Hal ini juga bisa menghindarkan diri dari menyalahkan orang lain ketika pilihannya belum membuahkan hasil sesuai yang diinginkan.

Inilah 3 pilar komunikasi produktif yang perlu kita praktikkan.

Pertama, mendengar agar bisa berikan solusi.
Kedua, bicara sesuai kapasitas.
Ketiga, berikan alternatif.

Semoga bermanfaat ya. []

 

Komentar dinonaktifkan: 3 Pilar Komunikasi Produktif

Maaf, form komentar dinonaktifkan untuk produk/artikel ini

a Artikel Terkait 3 Pilar Komunikasi Produktif

Prostitusi Online  Michat, Siapa Peduli?

T 31 Januari 2023 F A admin

Prostitusi Online Michat, Siapa Peduli?Oleh: Yons Achmad(Ketua Gerakan Penyiaran Ramah Anak/GEPRA. Pendiri Komunikasyik.com) Alkisah seorang perempuan  di Sukoharjo  umur 14 tahun (Siswa SMP) dibunuh  seseorang.  Belakangan diketahui pelaku mengenal korban di aplikasi kencan Michat. Pelaku mengaku membunuh karena tidak puas... Selengkapnya

Awas Konten Viral Tak Ramah Anak

T 24 Januari 2023 F A admin

Awas Konten Viral Tak Ramah AnakOleh: Yons Achmad(Pengamat Penyiaran. CEO Komunikasyik.com) Konten viral tak selalu benar. Ditambah lagi benar saja tak cukup. Ada ruang lain semisal pantas atau tidak pantas, etis atau tidak etis. Semuanya itu menjadi pertimbangan penting ketika... Selengkapnya

Silaturahmi yang Maknawi

T 10 Mei 2022 F A admin

We cannot not communicate, itu salah satu aksioma dasar komunikasi. Bahwa sebagai manusia, kita tidak bisa tidak berkomunikasi. Bahkan, ada yang percaya, termasuk saya, tak peduli sebesar apapun masalah yang menimpa, akan selesai jika dikomunikasikan. Maka, momentum lebaran, banyak yang... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silakan hubungi kami untuk informasi lengkapnya.

Talkshow Komunikasyik: Kreativitas Digital Raih Finansial

Talkshow Komunikasyik: Komunikasi Wisata Pandemi

Talkshow Komunikasyik: Berkomunikasi dengan Al-Quran