Beranda » Kolom Komunikasyik » 3 Pilar Komunikasi Produktif

3 Pilar Komunikasi Produktif

T Diposting oleh pada 5 Juni 2021
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 635 kali

3 Pilar Komunikasi Produktif
Oleh: Yons Achmad
(Praktisi Komunikasi. CEO Komunikasyik.com)

Apa itu komunikasi produktif? Sebuah upaya pemahaman bersama (mutual understanding) agar terjadi hubungan yang saling memberikan kemanfaatan. Ini adalah sebuah definisi, tergali dari pengalaman praktik komunikasi produktif yang saya jalani sejauh ini.

Biasanya, ketika kita bicara tentang komunikasi, yang terbayang dalam benak kita adalah bagaimana praktik berbicara. Padahal, saya kira tidak selalu demikian. Kita perlu mengubah cara pandang (mindset) agar komunikasi tak melulu diartikan sebagai “tips ngomong”. Lalu apa?

Setidaknya, ada 3 pilar komunikasi produktif yang perlu kita praktikkan.

Pertama, mendengarkan agar bisa berikan solusi. Saya kira, komunikasi produktif bukan melulu terkait dengan ego dan nasib diri kita semata, akan tetapi sebuah kesadaran dan kemampuan untuk lebih banyak mendengar. Dengan begitu, kita bisa lebih peka melihat keadaan dan menjadi lebih peduli terhadap permasalahan yang dihadapi orang dan kita punya tawaran solusi konkritnya.

Mulai dari hal kecil. Misalnya ada yang bertanya, arti signifikan apa ya? Kadang kita langsung komen “Kan bisa Googling, gimana sih” Padahal, bayangkan mungkin dia sangat sibuk jadi tidak sempat cari arti kata itu di internet, atau sedang tidak bisa akses internet. Bukankah kita bisa lebih banyak mendengar dan kasih solusi langsung kalau kita memang tahu artinya. Kalau tidak apa susahnya kita carikan arti kata itu di internet?

Sama halnya misalnya kita pandang menulis itu gampang. Tapi tidak semudah itu misalnya bagi orang yang merasa sibuk dan merasa memang tak punya waktu. Atau pensiunan yang ingin dituliskan kisah hidupnya sementara mereka tidak tahu caranya. Bukankah kita bisa mendengar “suara hati” mereka? Toh kita bisa menulis misalnya biografi. Klop sudah, kita bisa berikan solusi konkritnya. Itu yang dinamakan komunikasi produktif.

Kedua, bicara sesuai dengan kapasitas. Kalau sudah terbiasa banyak mendengar, bolehlah kita mulai bersuara. Era sekarang, kita mungkin bisa lebih banyak bicara (menulis) di media sosial, baik dalam bentuk teks maupun video. Hanya, kuncinya, bicara sesuai kapasitas saja. Tahu diri untuk tak asal ngomong. Tak ikut nimbrung kalau memang tak tahu akan tema yang dibicarakan. Dengan begitu, kehidupan kita bakal lebih “Selamat” dan tak ikut memperkeruh suasana dengan opini-opini liar di luar kapasitas kita.

Ketiga, berikan alternatif. Kadang ada orang yang butuh nasihat atau meminta nasihat kita. Padahal, sebenarnya mereka sudah punya jawabannya. Itu sebabnya, sebenarnya dalam kasus ini, kita hanya perlu mendengarkan saja. Kalaupun benar-benar diminta nasihat, saya kira kita tak seharusnya hanya memberikan pilihan tunggal. Justru kita perlu berikan alternatif dengan risiko masing-masing. Hanya saja, dari pengalaman, alternatif cukup dua saja. Jadi tidak membuat bingung orang lain memilih diantaranya. Dengan berikan alternatif dan sodorkan risiko-risikonya, membuat orang lebih mandiri dalam mengambil keputusan. Hal ini juga bisa menghindarkan diri dari menyalahkan orang lain ketika pilihannya belum membuahkan hasil sesuai yang diinginkan.

Inilah 3 pilar komunikasi produktif yang perlu kita praktikkan.

Pertama, mendengar agar bisa berikan solusi.
Kedua, bicara sesuai kapasitas.
Ketiga, berikan alternatif.

Semoga bermanfaat ya. []

 

Belum ada Komentar untuk 3 Pilar Komunikasi Produktif

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

a Artikel Terkait 3 Pilar Komunikasi Produktif

Penghapusan Mural Ironi Demokrasi

T 20 Agustus 2021 F A admin

Penghapusan Mural Ironi Demokrasi Oleh: Yons Achmad (Pengamat Komunikasi. CEO Komunikasyik) “Saya kangen di demo, pemerintah perlu ada yang kontrol” kata Jokowi  sambil cengegesan dalam kampanyenya yang tayang di media suatu ketika. Saat berlangsung acara, tepuk tangan membahana menyambut ucapan... Selengkapnya

Amalan 3 K Di Tahun 2022

T 2 Januari 2022 F A admin

Amalan 3 K di Tahun 2022 Oleh: Yons Achmad (Pendiri Akademi Komunikasyik) Setiap orang punya mimpi dan harapan setiap awal tahun. Entah itu yang disimpan dalam hati dan pikiran, ada juga yang  dituliskan.  Saya sendiri tak lelah berharap. Setiap awal... Selengkapnya

Bahaya “Jurnalisme Omongan” Pejabat

T 29 Juli 2021 F A admin

  Bahaya “Jurnalisme Omongan” Pejabat Oleh: Yons Achmad (Pengamat Komunikasi. Pendiri Komunikasyik.com) Apa itu “Jurnalisme Omongan” pejabat? Praktik jurnalisme yang mungkin tak pernah diajarkan bahkan dianjurkan di kampus-kampus Ilmu Komunikasi. Tapi, kehadirannya sering mewarnai media cetak maupun online di tanah... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.

Talkshow Komunikasyik: Kreativitas Digital Raih Finansial

Talkshow Komunikasyik: Komunikasi Wisata Pandemi

Talkshow Komunikasyik: Berkomunikasi dengan Al-Quran