Beranda » Kolom Komunikasyik » Spirit Lebaran Bagi Profesional

Spirit Lebaran Bagi Profesional

T Diposting oleh pada 16 Mei 2021
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 93 kali

Spirit Lebaran Bagi Profesional
Oleh: Yons Achmad
(Praktisi Komunikasi. Pendiri Komunikasyik.com)

Bagi seorang profesional muslim, lebaran sudah jelas bakal menyemburkan sebuah spirit baru. Spirit yang lahir karena satu bulan penuh kita tertempa di kawah candradimuka puasa ramadan. Salah satu spirit itu adalah kembali menemukan makna hidup.

Hasilnya, dalam perspektif manajemen diri, kita bisa merasakan apa yang dikenal dengan istilah maximum personal productivity, sebuah momen di mana kita merasa berhasil meraih sebuah makna dalam keseharian dengan kerja-kerja (amal) produktif.

Bayangkan dalam hidup keseharian. Bangun di pagi yang hening, sembahyang, lalu memulai pekerjaan dengan ucapan basmallah. Seperti Rasulullah pernah berkata “Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan bismillahirrahmanir rahiim, amalan tersebut terputus berkahnya.”

Begitulah bagaimana seorang profesional muslim memulai hari dengan ucapan penuh harap agar setial amal, pekerjaan yang dilakukan mendapat keberkahan dan ridhoNya. Hasilnya, semua itu tak sekadar untuk penghidupan keluarga dan sesama, tapi juga untuk peradaban. Baik peradaban dunia maupun akhirat.

Lebaran, yang berarti lebar (selesai, tuntas), artinya kita telah melewati serangkaian terpaan selama bulan ramadan. Melahirkan pribadi yang baru berkat perjuangan dan pembelajaran selama bulan ramadan. Telah melewati banyak jalan. Diantaranya:

Pertama, jalan konfirmatif (penegasan). Ramadan adalah momentum penegasan bahwa kita tak hanya seorang manusia. Tapi, manusia yang beriman. Atas dasar inilah, satu hal yang paling penting, menjadi ciri paling utama orang beriman adalah cara berpikirnya. Pola pikir (mindset) orang beriman, tentu saja sangat berbeda dengan orang-orang pada umumnya. Inilah modal dasar seorang muslim, khususnya para profesional, di mana setiap pekerjaan yang dilakukan, iman menjadi prioritas sebagai basis pemikiran dalam mengambil setiap keputusan.

Kedua, jalan iluminatif (Pencerahan). Selama ramadan, kita berinteraksi penuh dengan Al-Quran. Selain spiritualitas kita terasah, juga interaksi intens kita dengan Allah SWT begitu dekat. Terlebih pada 10 hari terakhir ramadan. Begitu juga, kajian tafsir Al-Quran kita perdalam. Jelas, pencerahan itu hadir. Ramadan menjadi titik balik kehidupan. Dan lebaran adalah membuka lembaran untuk memutuskan sebuah pekerjaan (amal) yang berbeda karena pencerahan telah merasuk sebelumnya.

Ketiga, jalan transformatif (perubahan). Islam adalah agama amal. Itu sebabnya, seorang muslim yang telah berhasil melewati ramadan, dia akan semakin bersemangat melakukan amal yang selaras bagaimana Islam mengajarkan. Bukan sebuah amal untuk perubahan dalam perspektif duniawi semata, tapi melampaui semua itu. Amal yang baik bagi alam semesta, tapi juga punya dimensi transendental (akhirat).

Begitulah spirit lebaran. Penegasan identitas diri kita sebagai orang beriman, dengan pencerahan Qurani, menjadi kekuatan yang dahsyat untuk sebuah perubahan. Baik perubahan atas diri sendiri, lingkungan sekitar, bahkan demi cita-cita sebuah peradaban. Bagaimana seorang profesional? Dia juga punya spirit semacam itu dan bakal dahsyat juga ketika bisa diimplementasikan dalam bidangnya masing-masing. []

Belum ada Komentar untuk Spirit Lebaran Bagi Profesional

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

a Artikel Terkait Spirit Lebaran Bagi Profesional

Komunikasi Produktif Lebaran

T 17 Mei 2021 F A admin

Lebaran adalah momentum bertemu banyak orang. Membangun sebuah komunikasi yang produktif diperlukan agar kita bisa menemukan makna dari setiap momentum pertemuan dengan beragam orang tersebut. Dalam setiap komunikasi lebaran, saya kira yang paling penting bukan memamerkan sesuatu, tapi sekadar berbagai... Selengkapnya

Merawat Bahasa Media

T 16 November 2020 F A admin

Merawat Bahasa MediaOleh: Yons Achmad(Praktisi Komunikasi. CEO Komunikasyik.com) Media saat ini masih menjadi rujukan orang dalam berpikir, menentukan sikap bahkan mengambil keputusan. Tampilan luar seseorang ketika berbicara, menulis bahkan berkomentar di media sosial akan terlihat dari bacaan yang mereka konsumsi.... Selengkapnya

Seni Mengelola Kecewa

T 1 November 2020 F A admin

Hidup sekian lama di Jakarta membuat saya banyak belajar untuk tersenyum setiap kali menemui harapan yang tak sesuai kenyataan. Belajar untuk lebih matang dalam menghadapi problem hidup. Selalu berhasil? Tidak. Banyak hal yang membuat saya sakit hati. Terutama kepada pemerintah.... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silakan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.

Talkshow Komunikasyik: Kreativitas Digital Raih Finansial

Talkshow Komunikasyik: Komunikasi Wisata Pandemi

Talkshow Komunikasyik: Berkomunikasi dengan Al-Quran