Beranda » Trip Komunikasyik » Cara Menulis Buku Cukup 3 Langkah

Cara Menulis Buku Cukup 3 Langkah

T Diposting oleh pada 8 Februari 2021
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 110 kali

“Apa boleh buat, jalan seorang penulis adalah jalan kreativitas, di mana segenap penghayatannya terhadap setiap inci gerak kehidupan, dari setiap detik dalam hidupnya, ditumpahkan dengan jujur dan total, seperti setiap orang yang berusaha setia kepada hidup itu sendiri—satu-satunya hal yang membuat kita ada.”

(Seno Gumira Ajidarma, Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara)

Untuk menjadi penulis. Apalagi yang profesional, dalam arti menjadikan penulis sebagai profesi, berikhtiar mencari nafkah dari sana, memang tak sulit, walau sebenarnya juga tidak gampang. Tapi, siapapun yang ingin berkiprah di sana, semua tahu, harus ikuti langkah sederhannya. Diantaranya

Pertama, Temukan Ide (gagasan). Inti menulis adalah menyampaikan gagasan.  Bayangkan seseorang yang menulis tapi sebenarnya tak ada ide, tak ada gagasan yang diusung. Hasilnya apa? Tulisan menjadi berputar-putar, tidak jelas ke mana arahnya, bahkan bisa jadi ruwet karena memang tak ada gagasan inti yang ingin disampaikan. Itu sebabnya, hal pertama bagi seorang penulis  adalah ide di dalamnya. Masalahnya, dari mana kita bisa mendapatkan ide? Banyak jalannya, misalnya dari membaca buku, menonton televisi, berbincang dengan seorang tokoh yang memiliki pengetahuan (kepakaran tertentu). Bahkan, ketika kita jalan-jalan, melakukan perjalanan (traveling) untuk liburan, ide dan gagasan sering muncul dari situ. Jadi, kita perlu terus melakukan eksplorasi agar bisa menemukan ide (gagasan) unik dalam kehidupan kita yang kelak menjadi inspirasi sekaligus intisari tulisan kita.

Kedua, Mulailah Menulis. Langkah selanjutnya tak lain tak bukan ya menulis. Seperti pernah diungkapkan oleh almarhum profesor  Kuntowijoyo, mantan Guru Besar Sejarah UGM. Ini salah satu penulis (novelis) idola saya.  Katanya, untuk menjadi penulis itu syaratnya tiga. Menulis, menulis dan menulis. Ya, hanya itu, duduk dan lakukan. Begitulah, tak akan pernah seseorang menjadi penulis hanya karena dia punya banyak ide (gagasan) saja. Berhasil menjadi penulis, berhasil menulis ketika seseorang benar-benar telah bisa menghasilkan karya yang selesai. Entah itu artikel, kolom, cerpen atau novel. Jadi, tak ada saran yang paling manjur agar seseorang kelak layak menjadi penulis selain segera menulislah. Termasuk juga dalam penulisan buku.

Ketiga, Publikasikan. Langkah terakhir yaitu memublikasikannya. Ya, memublikasikan boleh dibilang bagaimana kita bisa menjual tulisan kita. Bisa kita publikasikan di majalah atau Koran, ketika dimuat kita mendapatkan honor darinya. Selanjutnya, barangkali tulisan banyak. Itu juga bisa dikumpulkan, disusun menjadi sebuah buku kumpulan tulisan.  Atau langsung dalam bentuk buku utuh. Bisa dalam bentuk buku-buku cetak, atau dalam bentuk konten digital  (Ebook)  dalam beragam platform yang kita kenal di era kita sekarang. Di situlah kelak kita akan mendapatkan penghasilan darinya.

Dari ketiga jalan itu, saya menyarankan agar ketika menulis dicicil saja. Dulu, ketika menulis buku, saya siapkan drafnya terlebih dahulu, daftar isinya terlebih dahulu. Tapi sekarang, saya lebih suka mencicil tulisan. Misalnya, ketika ingin menulis buku tentang “Menjadi Muslim Pancasilais”, saya mencicil kolom demi kolom, artikel demi artikel yang terkait dengan tema besar itu. Saya biarkan pikiran saya mengembara. Kelak, jika sudah terkumpul 30 tulisan (kolom), cukup sudah itu untuk dibukukan. Begitulah salah satu kisah kecil saya ketika menulis, khususnya buku. Semoga bermanfaat. []

Salam
Yons Achmad
CEO Komunikasyik.com
WA:082123147969

Belum ada Komentar untuk Cara Menulis Buku Cukup 3 Langkah

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

a Artikel Terkait Cara Menulis Buku Cukup 3 Langkah

Komunikasi Efektif untuk Profesional

T 31 Januari 2021 F A admin

Komunikasi Efektif untuk Profesional Oleh: Yons Achmad (Praktisi Komunikasi. CEO Komunikasyik.com) Apa arti komunikasi efektif bagi seorang profesional? Tentu saja, sesuai dengan filosofi komunikasi yaitu bisa membangun sebuah kesepahaman bersama (mutual understanding). Seorang profesional, ketika menjalin sebuah komunikasi, tentu tidak... Selengkapnya

Pegiat Literasi: Komunitas Kunci Bangkitnya Literasi

T 9 Desember 2020 F A admin

Harapan terhadap literasi apa? Yons Achmad, pegiat literasi dan CEO Komunikasyik.com memberikan sedikit pandangan dalam sebuah talkshow di TV Muhammadiyah. Dikatakannya, tentu harapan tak bergantung pada peran pemerintah. Tapi, literasi bakal bangkit karena peran komunitas. Ya, komunitas adalah kunci agar... Selengkapnya

Penulisan Kreatif: 3 Langkah Menjadi Seorang Penulis Buku

T 23 November 2020 F A admin

“Apa boleh buat, jalan seorang penulis adalah jalan kreativitas, di mana segenap penghayatannya terhadap setiap inci gerak kehidupan, dari setiap detik dalam hidupnya, ditumpahkan dengan jujur dan total, seperti setiap orang yang berusaha setia kepada hidup itu sendiri—satu-satunya hal yang... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silakan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.

Talkshow Komunikasyik: Kreativitas Digital Raih Finansial

Talkshow Komunikasyik: Komunikasi Wisata Pandemi

Talkshow Komunikasyik: Berkomunikasi dengan Al-Quran